Estetika Musik - Instrumen yang terbuat dari bambu, misalnya, tidak hanya ditemukan di
Indonesia, tetapi digunakan pula di banyak negara lain, seperti Filipina
(marimba, angklung, tumpong), Thailand (khene), Vietnam (Dan Bau), Arab
(nay atau serunai Arab), Jepang (shakuhachi), dan Cina (dizi). Mengapa para
pelaku musik di banyak negara menggunakan bambu untuk membuat
instrumen musik? Apakah karena bambu dipandang dapat menghasilkan
bunyi yang ‘indah’? Mengapa bunyi yang dihasilkan dari instrumen bambu
Pengertian Musik
Pengertian Musik - Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar musik, seperti di rumah,
sekolah, mall, tempat-tempat rekreasi, dan lain-lain. Dapatkah kita
mendefinisikan istilah ‘musik’ tersebut dengan tepat? Apa saja definisi musik
yang pernah kamu ketahui? Sampai saat ini terdapat beberapa definisi yang
diketahui masyarakat umum, di antaranya adalah:
sekolah, mall, tempat-tempat rekreasi, dan lain-lain. Dapatkah kita
mendefinisikan istilah ‘musik’ tersebut dengan tepat? Apa saja definisi musik
yang pernah kamu ketahui? Sampai saat ini terdapat beberapa definisi yang
diketahui masyarakat umum, di antaranya adalah:
Karya Seni Rupa 3 Dimensi
A. Pengertian Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Unsur ruang merupakan salah satu ciri pembeda antara karya dua dimensi
dengan tiga dimensi.
Obyek karya seni rupa dua dimensi hanya bisa di lihat dari satu sisi saja,
tetapi karya tiga dimensi dapat di lihat lebih dari dua sisi.
B. Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Seperti juga karya seni rupa dua dimensi, dilihat dari fungsinya karya seni
rupa tiga dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai (seni
rupa terapan - applied art) dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi
ekspresi saja (seni rupa murni-pure art). Perbedaan fungsi ditentukan oleh
tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai benda pakai yang memiliki
fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya. Dengan demikian
Unsur ruang merupakan salah satu ciri pembeda antara karya dua dimensi
dengan tiga dimensi.
Obyek karya seni rupa dua dimensi hanya bisa di lihat dari satu sisi saja,
tetapi karya tiga dimensi dapat di lihat lebih dari dua sisi.
B. Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Seperti juga karya seni rupa dua dimensi, dilihat dari fungsinya karya seni
rupa tiga dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai (seni
rupa terapan - applied art) dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi
ekspresi saja (seni rupa murni-pure art). Perbedaan fungsi ditentukan oleh
tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai benda pakai yang memiliki
fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya. Dengan demikian
Proses Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi
Proses Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi - Karya seni rupa dua dimensi tidak tercipta dengan sendirinya. Pembuatan
karya seni rupa dua dimensi dilakukan melalui sebuah proses secara
bertahap. Tahapan dalam berkarya ini berbeda antara satu jenis karya
dengan jenis karya lainnya mengikuti karakteiristik bahan, teknik, alat dan
medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut.
Tahapan dalam berkarya seni rupa dua dimensi ini dimulai dari adanya
motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam diri maupun
dari luar diri perupanya. Benda-benda kecil atau hal-hal sederhana dalam
kehidupan kita sehari-hari dapat menjadi ide untuk berkarya seni rupa dua
dimensi. Cobalah perhatikan benda-benda dan peristiwa sehari-hari di sekitar
kalian kemudian kembangkan hasil pengamatan kalian menjadi gagasan
berkarya seni rupa. Pilihlah bahan, media, alat dan teknik yang kalian kuasai
karya seni rupa dua dimensi dilakukan melalui sebuah proses secara
bertahap. Tahapan dalam berkarya ini berbeda antara satu jenis karya
dengan jenis karya lainnya mengikuti karakteiristik bahan, teknik, alat dan
medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut.
Tahapan dalam berkarya seni rupa dua dimensi ini dimulai dari adanya
motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam diri maupun
dari luar diri perupanya. Benda-benda kecil atau hal-hal sederhana dalam
kehidupan kita sehari-hari dapat menjadi ide untuk berkarya seni rupa dua
dimensi. Cobalah perhatikan benda-benda dan peristiwa sehari-hari di sekitar
kalian kemudian kembangkan hasil pengamatan kalian menjadi gagasan
berkarya seni rupa. Pilihlah bahan, media, alat dan teknik yang kalian kuasai
Medium, Bahan, dan Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
Medium, Bahan, dan Teknik Seni Rupa 2 Dimensi - Sebelum melakukan
kegiatan berkarya seni rupa 2 dimensi, sangat penting bagi kalian untuk
memiliki pengetahuan dan pemahaman berbagai alat, bahan, dan teknik
yang biasa digunakan dalam praktek berkarya seni.
Usaha untuk mengenal karakter bahan, alat, dan teknik ini dengan baik hanya dapat
kalian lakukan dengan kegiatan praktek secara langsung. Cobalah melakukan
kegiatan apresiasi karya seni rupa dengan pendekatan aplikatif. Dengan
demikian, selain wawasan apresiasi kalian semakin kaya, keterampilan kalian
dalam berkarya seni rupa juga akan menjadi lebih baik.
1. Medium dan Bahan Karya Seni Rupa
Bahan berkarya seni rupa adalah material habis pakai yang digunakan untuk
mewujudkan karya seni rupa tersebut. Sesuai dengan keragaman jenis karya
seni rupa, bahan untuk berkarya seni rupa ini juga banyak macam dan
ragamnya, ada yang berfungsi sebagai bahan utama (medium) dan ada pula
sebagai bahan penunjang. Sebagai contoh, pada umumnya perupa membuat
karya lukisan menggunakan kanvas dan cat sebagai bahan utamanya serta
kayu dan paku sebagai bahan penunjang. Kayu digunakan sebagai bahan
bingkai (spanram) untuk menempatkan kanvas dan paku untuk mengaitkan
kanvas pada permukaan kayu bingkai tersebut.
Bahan untuk berkarya seni rupa dapat dikategorikan menjadi bahan alami
dan bahan sintetis berdasarkan sumber bahan dan proses pengolahannya.
Bahan baku alami adalah material yang bahan dasarnya berasal dari alam.
Bahan-bahan ini dapat digunakan secara langsung tanpa proses pengolahan
secara kimiawi di pabrik atau industri terlebih dahulu. Adapun bahan baku
olahan adalah bahan-bahan alam yang telah diolah melalui proses pabriksasi
atau industri tertentu menjadi bahan baru yang memiliki sifat dan karakter
khusus. Berdasarkan sifat materialnya, bahan berkarya seni rupa ini dapat
juga dikategorikan ke dalam bahan keras dan bahan lunak, bahan cair dan
bahan padat dan sebagainya.
2. Alat Berkarya Seni Rupa
Alat untuk berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya. Beberapa
karya seni rupa bahkan memiliki peralatan khusus yang tidak dipergunakan
pada jenis karya lainnya. Tetapi ada juga alat atau bahan yang dipergunakan
hampir disemua proses berkarya seni rupa. Alat-alat tulis (gambar) misalnya,
adalah peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan hampir seluruh
jenis karya seni rupa, terutama saat membuat rancangan karya seni tersebut.
Dalam berkarya seni rupa dua dimensi setidaknya dikenal beberapa kategori
alat utama untuk berkarya yaitu alat untuk membentuk, menggambar dan
mewarnai serta alat mencetak (mendupilkasi). Seperti juga bahan, selain
kategori alat utama tersebut, kita juga mengenal alat-alat bantu lainnya yaitu
alat-alat yang peruntukannya tidak secara khusus untuk kegiatan berkarya
seni rupa tetapi sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni rupa seperti:
alat pemotong (pisau dan gunting), alat pengering, alat pengukur dan
sebagainya. Alat-alat ini bersifat penunjang untuk memudahkan atau
melancarkan proses pembuatan karya.
Karena kemajuan teknologi, saat ini semua fungsi alat yang dipergunakan
dalam berkarya seni rupa relatif dapat dilakukan oleh komputer. Walaupun
demikian perlu disadari betul bahwa komputer hanyalah alat bantu. Karya
seni bagaimanapun juga membutuhkan kepekaan rasa yang sulit dihasilkan
oleh program komputer. Kepekaan rasa adalah kompetensi unik dan khas
yang hanya dimilki manusia, berbeda antara satu orang dengan orang
lainnya.
3. Teknik Berkarya Seni Rupa
Dalam membuat karya seni rupa murni atau terapan dibutuhkan keterampilan
teknis menggunakan alat dan mengolah bahan untuk mewujudkan objek
pada bidang garap. Sebagai contoh, untuk mewujudkan sebuah objek dalam
karya lukisan, seorang perupa atau seniman lukis dituntut menguasai
keterampilan teknis menggunakan alat (kuas) dan mengolah bahan (cat)
pada kanvas (medium). Seorang pematung dituntut menguasai keterampilan
teknis menggunakan alat memahat dan mengolah bahan kayu untuk
mewujudkan karya seni patung.
Karya seni rupa ada juga yang dinamai berdasarkan teknik utama yang
digunakan dalam pembuatannya. Seni kriya Batik misalnya, menunjukkan
jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik membatik, begitu pula Seni
kriya anyam, untuk menamai jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik
menganyam.
Beragam jenis dan karakteristik bahan yang digunakan dalam berkarya seni
rupa memerlukan beragam alat dan teknik untuk mengolahnya. Suatu teknik
berkarya seni rupa mungkin saja secara khusus digunakan sebagai teknik
utama dalam mewujudkan satu jenis karya seni rupa tetapi mungkin juga
digunakan untuk mewujudkan jenis karya seni rupa lainnya.
kegiatan berkarya seni rupa 2 dimensi, sangat penting bagi kalian untuk
memiliki pengetahuan dan pemahaman berbagai alat, bahan, dan teknik
yang biasa digunakan dalam praktek berkarya seni.
Usaha untuk mengenal karakter bahan, alat, dan teknik ini dengan baik hanya dapat
kalian lakukan dengan kegiatan praktek secara langsung. Cobalah melakukan
kegiatan apresiasi karya seni rupa dengan pendekatan aplikatif. Dengan
demikian, selain wawasan apresiasi kalian semakin kaya, keterampilan kalian
dalam berkarya seni rupa juga akan menjadi lebih baik.
1. Medium dan Bahan Karya Seni Rupa
Bahan berkarya seni rupa adalah material habis pakai yang digunakan untuk
mewujudkan karya seni rupa tersebut. Sesuai dengan keragaman jenis karya
seni rupa, bahan untuk berkarya seni rupa ini juga banyak macam dan
ragamnya, ada yang berfungsi sebagai bahan utama (medium) dan ada pula
sebagai bahan penunjang. Sebagai contoh, pada umumnya perupa membuat
karya lukisan menggunakan kanvas dan cat sebagai bahan utamanya serta
kayu dan paku sebagai bahan penunjang. Kayu digunakan sebagai bahan
bingkai (spanram) untuk menempatkan kanvas dan paku untuk mengaitkan
kanvas pada permukaan kayu bingkai tersebut.
Bahan untuk berkarya seni rupa dapat dikategorikan menjadi bahan alami
dan bahan sintetis berdasarkan sumber bahan dan proses pengolahannya.
Bahan baku alami adalah material yang bahan dasarnya berasal dari alam.
Bahan-bahan ini dapat digunakan secara langsung tanpa proses pengolahan
secara kimiawi di pabrik atau industri terlebih dahulu. Adapun bahan baku
olahan adalah bahan-bahan alam yang telah diolah melalui proses pabriksasi
atau industri tertentu menjadi bahan baru yang memiliki sifat dan karakter
khusus. Berdasarkan sifat materialnya, bahan berkarya seni rupa ini dapat
juga dikategorikan ke dalam bahan keras dan bahan lunak, bahan cair dan
bahan padat dan sebagainya.
2. Alat Berkarya Seni Rupa
Alat untuk berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya. Beberapa
karya seni rupa bahkan memiliki peralatan khusus yang tidak dipergunakan
pada jenis karya lainnya. Tetapi ada juga alat atau bahan yang dipergunakan
hampir disemua proses berkarya seni rupa. Alat-alat tulis (gambar) misalnya,
adalah peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan hampir seluruh
jenis karya seni rupa, terutama saat membuat rancangan karya seni tersebut.
Dalam berkarya seni rupa dua dimensi setidaknya dikenal beberapa kategori
alat utama untuk berkarya yaitu alat untuk membentuk, menggambar dan
mewarnai serta alat mencetak (mendupilkasi). Seperti juga bahan, selain
kategori alat utama tersebut, kita juga mengenal alat-alat bantu lainnya yaitu
alat-alat yang peruntukannya tidak secara khusus untuk kegiatan berkarya
seni rupa tetapi sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni rupa seperti:
alat pemotong (pisau dan gunting), alat pengering, alat pengukur dan
sebagainya. Alat-alat ini bersifat penunjang untuk memudahkan atau
melancarkan proses pembuatan karya.
Karena kemajuan teknologi, saat ini semua fungsi alat yang dipergunakan
dalam berkarya seni rupa relatif dapat dilakukan oleh komputer. Walaupun
demikian perlu disadari betul bahwa komputer hanyalah alat bantu. Karya
seni bagaimanapun juga membutuhkan kepekaan rasa yang sulit dihasilkan
oleh program komputer. Kepekaan rasa adalah kompetensi unik dan khas
yang hanya dimilki manusia, berbeda antara satu orang dengan orang
lainnya.
3. Teknik Berkarya Seni Rupa
Dalam membuat karya seni rupa murni atau terapan dibutuhkan keterampilan
teknis menggunakan alat dan mengolah bahan untuk mewujudkan objek
pada bidang garap. Sebagai contoh, untuk mewujudkan sebuah objek dalam
karya lukisan, seorang perupa atau seniman lukis dituntut menguasai
keterampilan teknis menggunakan alat (kuas) dan mengolah bahan (cat)
pada kanvas (medium). Seorang pematung dituntut menguasai keterampilan
teknis menggunakan alat memahat dan mengolah bahan kayu untuk
mewujudkan karya seni patung.
Karya seni rupa ada juga yang dinamai berdasarkan teknik utama yang
digunakan dalam pembuatannya. Seni kriya Batik misalnya, menunjukkan
jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik membatik, begitu pula Seni
kriya anyam, untuk menamai jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik
menganyam.
Beragam jenis dan karakteristik bahan yang digunakan dalam berkarya seni
rupa memerlukan beragam alat dan teknik untuk mengolahnya. Suatu teknik
berkarya seni rupa mungkin saja secara khusus digunakan sebagai teknik
utama dalam mewujudkan satu jenis karya seni rupa tetapi mungkin juga
digunakan untuk mewujudkan jenis karya seni rupa lainnya.
Unsur dan Obyek Karya Seni Rupa
Unsur dan Obyek Karya Seni Rupa - Seorang perupa (seniman, desainer, kriyawan, perajin, dsb.) mengolah
unsur-unsur seni rupa fisik dan non fisik sesuai dengan keterampilan dan
kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa.
Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan
atau diraba sedangkan unsur non fisik adalah prinsip atau kaidah-kaidah
umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah
karya seni.
Unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi
semua unsur visual yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian
pengamatan terhadap unsur-unsur visual pada karya seni rupa ini tidak
unsur-unsur seni rupa fisik dan non fisik sesuai dengan keterampilan dan
kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa.
Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan
atau diraba sedangkan unsur non fisik adalah prinsip atau kaidah-kaidah
umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah
karya seni.
Unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi
semua unsur visual yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian
pengamatan terhadap unsur-unsur visual pada karya seni rupa ini tidak
Seni Rupa 2 Dimensi
Seni Rupa 2 Dimensi - Istilah “Seni Rupa” seringkali kalian jumpai baik dalam
bentuk tulisan maupun diperbincangkan secara lisan.
Berbagai karya seni rupa di sekeliling kita, memiliki banyak macam ragamnya.
Walaupun demikian, karya seni rupa dapat digolongkan berdasarkan jenisnya
dengan mengkategorikan kesamaan karakteristik karya yang satu dengan
yang lainnya. Dapatkah kalian membedakan karakteristik dasar karya seni
rupa yang satu dengan yang lainnya? Pada binatang misalnya, penggolongan
dapat didasarkan pada jenis kelamin, ada jantan ada betina. Pada tumbuhan
misalnya dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya. Ada tumbuhan yang
ditanam sebagai hiasan untuk memperindah taman ada juga tumbuhan yang
ditanam untuk dikonsumsi. Demikian juga dalam hal karya seni rupa, secara
bentuk tulisan maupun diperbincangkan secara lisan.
Berbagai karya seni rupa di sekeliling kita, memiliki banyak macam ragamnya.
Walaupun demikian, karya seni rupa dapat digolongkan berdasarkan jenisnya
dengan mengkategorikan kesamaan karakteristik karya yang satu dengan
yang lainnya. Dapatkah kalian membedakan karakteristik dasar karya seni
rupa yang satu dengan yang lainnya? Pada binatang misalnya, penggolongan
dapat didasarkan pada jenis kelamin, ada jantan ada betina. Pada tumbuhan
misalnya dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya. Ada tumbuhan yang
ditanam sebagai hiasan untuk memperindah taman ada juga tumbuhan yang
ditanam untuk dikonsumsi. Demikian juga dalam hal karya seni rupa, secara
Langganan:
Postingan (Atom)